Tahun ajaran baru yang berlangsung sekitar bulan Juli setiap tahunnya, tentu jadi bulan penuh pengeluaran bagi para orangtua. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, kebutuhan di tahun ajaran baru mungkin malah bikin tambah pusing. Kalau masih punya dan dapat THR full, bisa dialihkan untuk biaya tahun ajaran baru. Gimana kalau enggak? Pinjaman uang mungkin jadi opsi yang sudah Anda pikirkan.

Sebenarnya, meski bukan termasuk kebutuhan mendesak, pinjaman uang atau kredit untuk biaya pendidikan sudah lumrah dan banyak ditawarkan oleh lembaga pinjaman baik bank ataupun nonbank. Untuk nonbank, fintech seperti Kredivo misalnya, yang menawarkan pinjaman uang berbunga rendah hanya 2,95% per bulan dengan limit maksimal s.d Rp 30 juta. Meskipun nggak spesifik berbentuk pinjaman untuk pendidikan, beberapa fintech seperti Kredivo salah satunya dapat dipertimbangkan jika Anda butuh pinjaman cepat, termasuk untuk biaya pendidikan di tahun ajaran baru. 

Namun sebelum itu, supaya makin banyak opsi, berikut ada 3 jenis pinjaman uang untuk biaya pendidikan yang bisa Anda pertimbangkan: 

Fintech pinjaman uang berbunga rendah

Berhubung pinjaman uang dari fintech sudah disinggung sebelumnya, kita bahas dulu lebih detail mengenai jenis pinjaman satu ini. Meski banyak rumor negatif terkait fintech, terutama perihal bunganya yang mencekik, nyatanya masih banyak fintech legal yang memiliki bunga setara atau bahkan lebih rendah dari bank. Kredivo adalah salah satu contoh nyata. Dengan limit maksimal s.d Rp 30 juta bagi pengguna Premium, pinjaman uang di Kredivo memiliki opsi tenor 1/3/6 bulan dengan suku bunga flat 2,95% per bulan dan biaya admin 6% di awal. 

Dengan tenornya yang maksimal sampai 6 bulan untuk jenis pinjaman jumbo, Anda bisa mengajukan pinjaman uang di Kredivo mulai dari Rp 1 juta ke atas dan maksimal sejumlah limit yang Anda miliki untuk tenor 6 bulan. Misalnya, sisa limit Anda di akun Kredivo untuk tenor 6 bulan ada Rp 15 juta, maka pinjaman maksimal yang bisa Anda ajukan adalah Rp 15 juta untuk biaya pendidikan dalam tempo 6 bulan. Kredivo cocok digunakan jika Anda butuh biaya tambahan untuk tahun ajaran baru seperti daftar ulang, uang buku dan seragam, atau SPP. 

Daftar Kredivo selain online melalui aplikasinya (download di Google Play Store atau App Store), syaratnya juga mudah. Anda wajib: telah berusia minimum 18 tahun, berpenghasilan tetap minimal Rp 3 juta per bulan, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. 

Kredit pendidikan dari bank pemerintah

Bagaimana kalau butuh pinjaman atau kredit dengan opsi tenor lebih lama untuk biaya pendidikan di universitas? Nah, kredit dari bank pemerintah bisa jadi jawabannya. 

BNI dan BTN adalah dua bank milik pemerintah yang sejauh ini terpantau memiliki produk kredit untuk biaya pendidikan. Dikutip dari keuangan.kontan.co.id, BTN sendiri tercatat baru meluncurkan produk kredit pendidikan pada tahun 2018 lalu dengan plafon hingga Rp 200 juta dan bunga flat sebesar 6,5% selama 5 tahun. Produk pinjaman ini dirilis dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Kredit pendidikan ini tersedia untuk nasabah atau debitur existing Bank BT, yaitu: nasabah KPR, Kredit Apartemen (KPA subsidi atau non subsidi, dan Kredit Agunan Rumah (KAR). 

Sementara itu, BNI menawarkan tiga jenis produk kredit pendidikan sebagai pengembangan dari produk BNI Fleksi yang sudah ada lebih dulu. Tiga jenis produk tersebut adalah: BNI Fleksi Penelitian, Fleksi Mahasiswa Berprestasi, dan BNI Fleksi Mahasiswa. Ketiganya memiliki suku bunga yang relatif sama, yaitu 8,4%. Perbedaan jenis kredit terletak pada target debitur dan syarat pengajuan. BNI Fleksi Penelitian ditujukan untuk dosen dan pegawai tetap yang direkomendasikan oleh universitasnya (yang sudah membuat perjanjian kerja sama dengan BNI). Plafon untuk kredit ini maksimal adalah Rp 10 juta. 

BNI Fleksi Mahasiswa Berprestasi ditujukan untuk mahasiswa aktif S1, S2, dan S3 yang menggunakan payroll BNI untuk epenghasilannya. Minimal pengajuan kredit adalah Rp 10 juta dengan opsi tenor 12/18/24 bulan. Sedangkan BNI Fleksi Mahasiswa ditujukan bagi mahasiswa S2 yang gajinya disalurkan melalui BNI. Minimal pengajuan kreditnya juga Rp 10 juta dengan catatan: suku bunga akan makin kecil jika tenornya makin pendek. 

KTA dari bank penerbit kartu kredit Anda

Kalau Anda punya kartu kredit dari bank tertentu, baik swasta maupun pemerintah, Anda bisa bertanya ke bank yang bersangkutan perihal produk KTA bagi pemilik kartu kredit. Biasanya produk KTA (Kredit Tanpa Agunan) dari bank diperuntukkan bagi nasabah yang telah memiliki kartu kredit dengan histori baik ataupun memiliki payroll di bank tersebut. KTA dari bank juga umumnya memiliki plafon yang lebih besar dan bisa mencapai ratusan juta. Cocok dijadikan pilihan apabila Anda butuh pinjaman uang untuk pendidikan di tingkat universitas. Pilihan plafonnya juga lebih variatif dan panjang, namun suku bunganya biasanya lebih tinggi dibanding jenis pinjaman yang memang khusus untuk pendidikan ataupun pinajman uang online seperti Kredivo. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *